Siapa yang tidak suka batagor? Makanan khas Indonesia yang satu ini memang selalu berhasil membuat lidah bergoyang. Namun, di balik kelezatannya, terdapat berbagai mitos dan fakta yang perlu kita ketahui.
Pertama-tama, mari kita bahas tentang mitos seputar batagor. Salah satu mitos yang sering beredar adalah bahwa batagor tidak sehat karena digoreng. Namun, menurut ahli gizi, Dr. Yulia Haryanto, “Proses penggorengan tidak selalu membuat makanan menjadi tidak sehat. Yang terpenting adalah menggunakan minyak yang berkualitas dan menggoreng dengan suhu yang tepat.”
Selain itu, ada juga mitos bahwa batagor tidak cocok untuk diet. Namun, menurut nutrisionis, batagor sebenarnya mengandung cukup protein dari ikan dan tahu yang dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. “Tentu saja, tetap harus dikonsumsi dengan porsi yang tepat agar tidak berlebihan,” tambahnya.
Sekarang, mari kita bahas fakta seputar batagor. Pertama, batagor sebenarnya merupakan akronim dari bakso tahu goreng. Jadi, tidak heran jika kita menemukan bakso dan tahu di dalamnya. “Kombinasi antara tekstur lembut tahu dan kenyal bakso memang menjadi daya tarik utama dari batagor,” kata Chef Farah Quinn.
Fakta lainnya, batagor sebenarnya berasal dari Bandung. Menurut sejarah, makanan yang satu ini pertama kali ditemukan oleh seorang pedagang kaki lima di kota kembang tersebut. “Batagor menjadi salah satu ikon kuliner Bandung yang sangat populer di seluruh Indonesia,” ujar Pak Bondan, seorang food blogger terkenal.
Jadi, jangan terlalu percaya dengan mitos seputar batagor yang beredar. Selama dikonsumsi dengan bijak dan dalam porsi yang tepat, batagor tetap bisa menjadi santapan lezat yang tidak hanya menggoyang lidah, tetapi juga memberikan nutrisi yang baik untuk tubuh. Selamat menikmati batagor, teman-teman!